Antonio Conte Sebut Fans Italia Alami Keterbelakangan

Pelatih baru Inter Milan, Antonio Conte memberikan sebuah ungkapan yang cukup pedas. Dirinya mengatakan bahwa fans di Italia mengalami keterbelakangan. Menurutnya, fans di Italia tersebut membuat aksi rasisme sebuah hal yang normal.

Seperti diketahui, pada pertandingan pekan kedua Serie A Romelu Lukaku menjadi korban dari aksi rasisme yang dilakukan oleh penggemar Cagliari. Akan tetapi, otoritas sepakbola Italia tidak memberikan hukuman kepada Cagliari dan fansya. Mereka mengatakan bahwa chants rasis di Italia sangat dulit ditemukan.

Antonio Conte sendiri mengaku sangat geram dan kesal karena semakin banyaknya aksi rasisme di Italia. Bahkan sang pelatih mengatakan apabila fans Italia berlomba-lomba untuk membuat sebuah kebencian kepada lawan. Dirinya menyebut bahwa hal tersebut sebuah langkah yang tidak benar.

“Rasisme merupakan sebuah masalah yang besar di Italia, hal itu juga dianggap sebuah bentuk penghinaan,” kata mantan pelatih Chelsea tersebut.

“Banyak orang yang menulis dengan sengaja untuk membuat sebuah kebencian. Italia menjadi tempat yang sudah jauh lebih buruk dari sebelumnya. Sehingga, kita harus bertanggung jawab atas hal tersebut.”

“Kini kita hanya bisa melihat apa yang dilakukan oleh fans Italia seakan-akan mengajarkan kepada generasi berikutnya untuk melakukan kebencian dan terlibat dalam kekerasan.”

Sementara itu, Antonio Conte juga memberikan solusi agar bisa menghentikan hal-hal yang negatif tersebut. Salah satunya adalah dengan memberikan sanksi kepada pelaku rasisme.

“Ketika di Inggris, terdapat dua atau tiga fans yang mencoba melakukan sesuatu seperti itu, maka mereka akan dimasukkan ke dalam penjara. Namun di sini, fans datang untuk menghina tim lawan. Mereka menghina tim lawan, dan mengata-ngatai pemain lawan yang memiliki kulit yang berbeda dengan mereka.”

“Bagi saya, akan lebih indah apabila fans datang ke stadion untuk memberikan dukungan pada tim mereka. Seharusnya, anak-anak mendengarkan hal positif ini dibandingkan dengan datang ke stadion dan merasakan atmosfer permusuhan dalam stadion,” jelas Antonio Conte.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *