Cristiano Ronaldo Sangat Geram Dengan Rasisme

Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo mengaku bahwa dirinya sangat tidak dengan dengan rasisme dalam sepak bola. Bahkan dirinya juga memberikan dukungan secara khusus kepada para korban rasisme, salah satunya adalah Kalidou Koulibaly yang beberapa terakhir sempat ramai diperbinangkan publik.

Seperti diketahui, pertandingan pekan 18 Serie A yang mempertemukan antara Inter Milan dengan Napoli di Guiseppe Meazza, diwarnai dengan perilaku yang tidak suportif dari pendukung Inter Milan. Pada pertandingan tersebut, terdengar suara mirip monyet yang ditujukan kepada Kalidou Koulibaly.

Kemudian tindak provokasi yang dilakukan oleh pendukung Inter Milan berhasil. Mereka mengeluarkan suara yang tidak pantas dan membuat permainan Kalidou Koulibaly menjadi kacau. Pada akhirnya, sang pemain malah mendapat kartu merah pada menit 80.

Sementara itu, Cristiano Ronaldo mengatakan bahwa dalam sepak bola selalu diisi dengan orang-orang yang berpendidikan dan juga rasa saling menghormati. Dirinya menegaskan bahwa tidak sepatutnya bahwa pelanggaran seperti rasisme terjadi di sepakbola.

“Dalam sepak bola, kita tahu cara mengormati lawannya dan orang-orangnya selalu berpendidikan. Tidak ada rasisme, pelanggaran dan rasisme!!!,” tulis Cristiano Ronaldo pada akun Instagramnya dengan mengunggah fotonya bersama Koulibaly.

Namun, Cristiano Ronaldo bukan satu-satunya yang antai atau mengecam terhadap perilaku rasisme. Sebelumnya, pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti dan pelatih Napoli, Carlo Ancelotti juga mengaku tidak senang dengan perilaku yang dilakukan oleh para suporter.

Kemudian, di sisi lain Kalidou Koulibaly juga memberikan reaksi setelah menjadi korban rasise para suporter Inter Milan. Bahkan dirinya tidak malu dengan rasisme tersebut, malah dirinya bangga dengan warna kulit hitam.

“Saya merasa sangat kecewa dengan hasil ini, terutama ketika saya meninggalkan saudara-saudara saya. Namun, saya tetap bangga dengan kulit saya, saya bangga menjadi rang Prancis, Senegal, Neapolitan, dan tentunya seorang pria,” jelas Kalidou Koulibaly.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *