Dihantui Rasa Bersalah, Loris Karius Tak Bisa Tidur

Kemenangan Real Madrid di laga final Liga Champions menyisakan tangis untuk Loris Karius, sang kiper Liverpool di pertandingan final tersebut. Bahkan setelah pertandingan usai, Karius mengatakan jika dirinya tidak bisa tidur karena melakukan kesalahan fatal tersebut sehingga membuat The Reds gagal mendapatkan trofi Champions yang sudah dinantikan 12 tahun ini.

Semua penonton di Kiev dan seluruh dunia tentu bisa melihat kesalahan fatal yang dilakukan Karius, karena melakukan blunder yang menyebabkan dua gol untuk El Real. Bahkan di malam final tersebut, Mohamed Salah juga harus ditandu keluar lapangan untuk meninggalkan pertandingan. Ini sudah pertanda, jika laga final menjadi milik Los Blancos.

Bahkan bukan hanya ucapan maaf yang dikatakannya lewat gesture tubuh setelah pertandingan usai, namun Karius mengalami malam panjang dan tidak bisa tidur setelah pertandingan. Penjaga gawang 24 tahun tersebut sudah melayangkan permohonan maaf pada seluruh pemain, mendukung dan manajer atas tindakan bodoh yang dilakukan. Bahkan jika mengintip dalam akun twitter pribadinya, Karius mengaku tidak bisa tidur.

Di kutip dari akun twitter pribadi Karius, jika dirinya menuliskan, tidak bisa tidur hingga sekarang, apa yang terjadi terngiang di kepala, lagi dan lagi. Bahkan kembali membuat permohonan maaf pada rekan ddi satu tim, rekan rekan di Liverpool dan semua penggemar bahkan staf yang sudah membantu selama ini.

Di tambahkan juga, dirinya mengaku jika sudah melakukan dua kesalahan fatal yang mengacaukan semua permainan, bahkan merusak mimpi dan tujuan datang ke babak final. Ini sudah pasti membuat dirinya mengecewakan banyak pihak, bahkan jika bisa Karius ingin kembali memutar waktu, meskipun itu mustahil untuk mengembalikan kesalahan yang sudah dilakukan malam itu.

Apalagi dirinya yakin, jika semua rekan tim dapat mengalahkan Real Madrid di babak final, keyakinan ini didapat karena permainan yang bagus sebelumnya, sehingga peluang menag tetap ada. Sehingga ini merupakan berita buruk dan tidak seharusnya terjadi.

Selain melayangkan permohonan maaf kembali, Karius juga berterima kasih pada seluruh fans yang menonton langsung pertandingan di Kiev, bahkan tetap memberikan dukungan selama pertandingan hingga selesai. Maaf jika tidak bisa memberikan yang terbaik. Bentuk dukungan hingga laga usai meskipun berakhir kalah, merupakan dukungan luar biasa dan sudah dianggap sebagai keluarga besar. Terima kasih dan kami akan kembali menjadi kuat nantinya.

Pemain Liverpool yang paling terpukul setelah peluit panjang tanda pertandingan usai adalah Karius, dirinya tidak percaya jika menjadi penyebab utama kekalahan. Hal ini terjadi kala Karim Benzema mencetak gol, awalnya memang sudah terbendung dan Karius berada di depan Benzema. Namun malang, saat akan melempar bola, terkena kaki Benzema dan terjadilah gol awal yang mematikan semangat Liverpool.

Meskipun ada balasan, namun Gareth Bale mengarahkan tendangan kuat mengarah pada Karius, memang berhasil di tangkap namun terlepas hingga berakhir gol. Bukan itu saja, Karius lagi-lagi gagal menghalau bola dari Bale yang menyebabkan gol ketiga dan mengantarkan Real Madrid sebagai juara Liga Champions ketiga kalinya secara berturut-turut.

One thought on “Dihantui Rasa Bersalah, Loris Karius Tak Bisa Tidur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *