Egy Pimpin Timnya Beri Ucapan Duka Untuk Korban Bencana Alam

Egy Maulana Vikri bersama dengan rekan-rekannya Lechia Gdansk memeperlihatkan kepeduliannya terhadap para korban bencana alam yang menimpa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Egy Maulana Vikri memimpin teman setimnya untuk mengucapkan duka cita dan juga memberikan semangat kepada para korban bencana alam.

Seperti diketahui, Bencana alam yang menimpa Palu Donggala membuat publik di seluruh dunia ikut bersimpati. Termasuk dengan dunia sepakbola yang juga bersimpati terhadap bencana alam yang menimpa Palu Donggala.

Saat ini, Egy Maulana Vikri yang merupakan pemain sepakbola sepakbola asal Indonesia yang tengah merumput karir bersama tim asal Polanda, Lechia Gdansk. Egy menunjukkan kepeduliannya terhadap para korban bencana alam yang telah menimpa negaranya.

Hal tersebut dibuktikan dengan Egy Maulana Vikri yang mengajak rekan-rekannya dalam memberi ucapan duka cita kepada korban bencana alam. Melalui video yang diunggah pada akun resmi Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri dkk juga memberikan semangat pada korban bencama alam.

“Kami, dari tim Lechia Gdansk turut berduka cita atas bencana yang terjadi di Palu. Semoga, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan dan tetap semangat,” kata Egy Maulana Vikri yang berada paling depan.

Kemudian setelah itu, para pemain Lechia Gdansk juga mengatakan “Kami mendukung Indonesia”.

Sementara itu, kepedulian Egy Maulana Vikri dan tim Lechia Gdansk langsung mendapat respon yang baik dari publik di Indonesia. Mereka membanjiri kolom komentar akun Lechia Gdansk dengan ucapan terima kasih.

Seperti diketahui, gempa bumi dengan kekuatan 7,4 skala richter yang menimpa Palu dan Donggala terjadi pada Jum’at (28/09). Tidak berselang lama, gempa tersebut langsung disusul dengan tsunami di Kota Palu.

Akibat bencana tersebut, kerusakan dan korban yang terus berjatuhan yang hingga kini masih dilakukan pencarian. Hingga kemarin, korban yang tercatat meninggal dunia sebanyak 1.558 jiwa.

Kemudian dengan kerusakan pada rumah, tercatat sebanyak 65.733 yang dikabarkan rusak parah. Sedangkan pada jumlah pengunggi terdapat pada angka lebih dari 70 ribu, dan kini menjadi 141 titik pengungsian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *