Keren, Nama Didier Deschamps Terpampang di Stasiun

Didier Deschamps berhasil membawa Timnas Prancis menjadi jawara pada Piala Dunia 2018 kemarin. Dalam memberikan apresiasi yang telah diberikan, nama Didier Deschamps kemudian akan diabadikan. Nama sang pelatih akan terpampang di salah satu stasiun kereta di Prancis.

Beberapa hari setelah Prancis menjadi jawara Piala Dunia, otoritas transportasi Pasris, RATP mengatakan bahwa dirinya telah merubah nama statius kereta subway sebanyak enam stasiun. Mereka mengubah nama tersebut menjadi Didier Deschamps. Hal ini dilakukan sebagai penghargaan atas keberhasilan timnas Prancis yang tampil sangat apik di Piala Dunia.

Berdasar informasi dari The Star, salah satu stasiun yang bernama Notre Dame des Champs, kini dikabarkan akan diganti dengan Notre Didier Deschamps. Nama baru tersebut memiliki arti bahwa Didier Deschamps kami, yang merupakan penghormatan kepada sang pelatih.

Didier Deschamps menjadi salah satu dari tiga pelatih yang memiliki sejarah di Piala Dunia. Dirinya menjadi yang ketiga setelah Mario Zagallo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman).

Tidak hanya dengan enam stasiun subway yang diganti dengan nama Didier Deschamps. Akan tetapi, terdapat beberapa statius yang berubah nama. Salah satunya adalah Stasiun Bercy yang kini menjadi Bercy Les Bleus.

Tidak hanya itu, terdapat juga Charles de Gaulle – Etoile yang kini namanya diubah menjadi One a 2 Etoiles. Nama tersebut menghilangkan nama pemimpin peperangan, dan kini namanya diganti dengan arti dua bintang.

Seperti diketahui, pasukan Didier Deschamps berhasil menjadi juara pada Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kroasia pada pertandingan final. Pada pertandingan tersebut, Timnas Prancis menang dengan skor 4-2.

Sementara itu, kemenangan atas Kroasia pada pertandingan final ini menjadi sangat spesial bagi timnas Prancis. Sebab, pada sebelumnya timnas Prancis gagal menjadi jawara pada Piala Euro 2016. Ketika itu, mereka dikalahkan Portugal dengan skor 1-0. Sehingga, kemenangan atas Kroasia ini menjadi obat atas kegagalan pada kompetisi sebelumya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *