Kisah Lena dan Leni yang Sukses menjadi Atlet Sepak Takraw Terbaik Indonesia

Jika anda menyukai cabang olahraga Sepak Takraw mungkin tidak lazim atas keberadaan Lena dan Leni yang dikenal kembar. Bagaimana tidak, kedua wanita ini merupakan salah satu atlet terbaik Indonesia yang berhasil menorehkan prestasi dalam perhelatan olahraga kelas internasional dan sukses mengharumkan nama bangsa dan salah satunya saat Asian Games 2018.

Pasalnya, keduanya berhasil menyabet 2 keping medali perunggu saat ikut serta dalam Asian Games 2014 yang berlangsung di Incheon | Korea Selatan. Bahkan, mereka juga sukses merebut medali emas dalam pelaksanaan King’s Cup sebagai pertandingan terbesar untuk sepak takraw pada tahun 2016 serta menyumbang sebuah medali perak dalam SEA Games 2017 Malaysia dan juga mendapatkan sebuah medali perunggu saat berlaga di Asian Games 2018 kemarin.

Namun, siapa sangka jika dari keberhasilan mereka berdua sebagai atlet jika terdapat cerita hidup yang sangat haru dan berkesan karena keduanya secara terpaksa harus menjadi atlet untuk cabang olahraga sepak takraw seperti sekarang ini.

Lena dan Leni diketahui harus bekerja sejak mereka masih belia supaya bisa mencukupi semua kebutuhan saat sekolah dan dilansir melalui website Kemenpora bahwa Surtina, yakni sosok ayah dari si kembar ini merupakan buruh tani biasa. Selain itu, Toniah sebagai ibundanya hanya ibu rumah tangga sederhana.

Tak heran, kehidupan ekonomi mereka jauh dari kata cukup sehingga Lena dan Leni sempat ditawarkan sebagai TKW daripada sekolah tanpa biaya. Akan tetapi, keduanya sepakat menolak tawaran tersebut dan menegaskan jika pendidikan adalah kebutuhan utama. Bahkan, Lena dan Leni selalu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dengan menjadi tukang cuci dan sangat sukarela untuk melakukan pekerjaan ini di kantin SMP mereka saat itu.

Saat keduanya dinyatakan lulus dan menempuh ke jenjang lebih tinggi atau SMA rupanya masalah yang dihadapi masih sama, yakni dari segi biaya sehingga kehidupan mereka mulai berubah sejak saat itu ketika mengenal cabang olahraga sepak takraw.

“Saya ingin sekolah hingga lulusan SMA dan mengikuti sepak takraw karena saat itu para atlet yang bergabung mendapat jaminan untuk sekolah secara gratis sehingga Saya dan Leni tertarik untuk ikut serta. Lalu, pelatih mengetahui bahwa kami memiliki potensi dan Alhamdulillah jika kami berdua dapat menorehkan prestasi seperti saat ini,” tutur Lena.

Lena dan Leni juga sempat menjadi pemulung karena melihat tetangganya yang merupakan pengumpul beberapa barang bekas. Maka dari itu, mereka berdua selalu mencari beberapa barang yang masih layak pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan khususnya sepatu sekolah untuk mengikuti pembelajaran seputar sepak takraw secara terpaksa.

“Iya, tetangga kami saat itu adalah bandar rongsokan dan jika tidak ada barang laku terjual pasti selalu dibuang ke sungai. Kami sering mencari beberapa barang layak pakai di sana dan kalau ada sepasang sepatu yang masih layak pakai selalu kami ambil untuk latihan sepak takraw dan sekolah,” ujar Leni.

Keduanya berlatih keras untuk sepak takraw sejak tahun 2006 dan terlibat dalam seleksi nasional hingga berhasil menjadi merebut predikat sebagai atlet nasional. Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang rupanya melibatkan Lena dan Leni yang sukses merebut medali perunggu dalam persaingan sengit antar beberapa negara yang dilibatkan dalam cabor yang sama.

Bahkan, cerita hidup Lena dan Leni yang penuh perjuangan itu berhasil membuat haru salah satu penyanyi ternama Indonesia, yaitu Rossa yang mengunggah foto kehidupan si kembar ini di masa kecil melalui akun Instagram pribadinya, yakni @itsrossa910 yang sangat viral dan berhasil mendapat reaksi positif dari netizen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *