Kisah Unik Maurizio Sarri Saat Dipecat Napoli

Bola24 – Maurizio Sarri dan Napoli saat ini sudah tak bekerja sama lagi. Sarri sendiri mengakui jika dirinya dipecat oleh Napoli usai melihat sebuah tayangan di televisi.

Pelatih asal Italia tersebut pergi dari Napoli di akhir musim lalu. Sarri sendiri kini dipercaya untuk menggantikan Antonio Conte menjadi pelatih Chelsea.

Memang tak sedikit yang mempertanyakan sebuah keputusan Napoli memecat Sarri. Sebab, Sarri berhasil membawa klub berjuluk Partenopei tersebut kembali dalam perebutan gelar Liga Italia dan juga finis di posisi kedua dengan 91 poin.

Masalah masa depan Maurizio Sarri bermula saat sang pelatih tersebut meminta waktu buat mempertimbangkan mengenai masa depannya, namun di waktu yang bersamaan Napoli malah sudah menunjuk Carlo Ancelotti sebgai pelatih anyar mereka. Membutuhkan lebih dari satu bulan buat menyelesaikan perselisihan hukum terkait Sarri sebelum pada akhirnya dapat pergi ke Inggris.

Maurizio Sarri
Sarri mengakui jika dirinya dipecat oleh Napoli usai melihat sebuah tayangan di televisi.

“Itu benar. Saya tahu sudah tidak lagi menjadi pelatih Napoli usai menonton kabarnya di televisi,” kata Sarri.

“Saya sempat merasa ragu, hal tersebut adil. Namun, terdapat klausul dalam kontrak dan hal tersebut bukan sebuah hal yang saya minta. Hal tersebut kurang baik secara timing. Namun, saat ini saya harap Carlo Ancelotti dapat meraih sesuatu yang telah begitu dekat saya raih sebelumnya,” tambahnya.

Bersama dengan Ancelotti musim pada musim ini, Napoli sempat melalui start yang bagus dengan raihan kemenangan saat menghadapi Lazio dan Milan. Tetapi, secara mengejutkan Napoli dikalahkan Sampdoria 0-3 pada akhir pekan kemarin.

Sarri sendiri menikmati awal kariernya yang cemerlang di Chelsea. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut berhasil meraih seratus persen hasil kemenangan di dalam empat laga awal Liga Inggris musim 2018-2019 ini.

Antonio Ruediger: Gaya Main Tim Saat Ini Lebih Menguntungkan

Antonio Ruediger, pemain belakang Chelsea, menilai jika gaya bermain timnya saat ini lebih menguntungkan buat para penyerang. Karena tim lebih berinisiatif buat membangun serangan daripada hanya bereaksi terhadap tekanan lawan (zaman Conte).

Tetapi dirinya menegaskan setiap manajer memiliki gaya sendiri-sendiri dan pantas untuk dihormati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *