Maurizio Sarri Kecam VAR Digunakan di Premier League

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri mengatakan bahwa dirinya menolak penggunaan Teknologi Video Assistant Referees atau VAR. Dirinya mengaku tidak ingin Teknologi VAR tersebut digunakan di Premier League di musim depan.

Seperti diketahui, pada musim depan Premier League akan menggunakan teknologi VAR. Kehadiran teknologi tersebut membuat Premier League akan mengikuti beberapa kompetisi Eropa lainnya yang sudah menggunakannya, diantaranya ada La     Liga, Serie A, dan Bundesliga.

Kemudian Maurizio Sarri sudah memiliki pengalaman dengan teknologi tersebut, yakni ketika dirinya masih menjadi pelatih Napoli. Dirinya mengkritik sistem tersebut, setelah terjadinya penalti kontroverial ketika Chelsea dikalahkan Tottenham pada kompetisi Carabao Cup.

Ketika itu, wasit yang bertanggung jawab atas teknologi VAR ada pertandingan tersebut ialah Chris Kavanagh. Pelatih asal Italia tersebut mengatakan bahwa yang menjadi masalah bukanlah wasitnya, melainkan mereka saja yang belum siap untuk penggunaan teknologi VAR.

“Masalahnya bukan pada wasit. Bagi saya, masalahanya adalah mereka sendiri yang belum siap untuk penggunaan VAR. Hakim garis yang memberhentikan larinya, dan kemudian untuk sang pemain bahwa ini merupakan tanda offside,” jelas Maurizio Sarri kepada Sky Sports.

“Namun hal tersebut bagi saya sangat normal. Mereka menggunakan sistem tersebut untuk pertama kalinya, sehingga mereka harus terbiasa untuk menggunakan sistem,” imbuh Maurizio Sarri.

Kendati sudah sangat terbiasa dengan teknologi tersebut, namun dirinya merasa tidak senang dengan sistem tersebut. Hal ini dikarenakan akan berpotensi merusak cita rasa dan suasana dalam sepakbola, menurutnya.

“Saya sama sekali tidak suka dengan VAR, itu pendapat pribadi saya. Sebab, hal tersebut berpotensi mengubah suasana di dalam lapangan. Bayangkan, Anda mencetak gol, namun anda harus menunggu 30 detik terlebih dahulu untuk bisa merayakannya. Hal tersebut sangat negatif di dalam atmosfer sebuah stadion.”

“Saya sendiri sudah terbiasa dengan itu, sebab ketika saya di Italia, di sana sudah menggunakannya sejak tiga tahun lalu. Saya sangat tidak suka, saya sendiri tidak tahu harus berbuat apa lagi,” terang Maurizio Sarri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *