Pasca Kejadian Peludahan Costa, Francesco Sekeluarga Dapat Ancaman Pembunuhan

Kejadian di pertandingan Juventus lawan Sassuolo, pada akhir pekan lalu memberikan dampak buruk untuk Eusebio Di Francesco, pelatih AS Roma. Dia mengaku menapat ancaman pembunuhan dari kelompok gak dikenal.

Serie A kembali ramai diperbincangkan banyak pihal selepas Cristiano Ronaldo menciptakan gol pertamanya. Namun, aksi bintang kelahiran Portugal itu malah tertutupi dengan kejadian yang gak menyenangkan sama sekali. Douglas Costa, pemain Juventus yang jadi dalang dibalik insiden tersebut. Hasilnya, dia mesti mendapatkan kartu merah serta mendapat larangan berlaga sebanyak 4 pertandingan.

Kejadian itu terjadi saat Juve dalam keadaan unggul 2 gol. Di sebelah kanan pertahanan Juve, Costa terlibat dalam perebutan bola dengan salah seorang pemain Sassuolo, yakni Federico Di Francesco.

Di Francesco didorong sampai jatuh oleh Costa. Seperti belum puas dengan dorongan itu, kemudian Costa melayangkan sikutan yang mengenai wajah Di Francesco. Selepas itu, Sassuolo sukses membobol gawang Juve yang dijaga Wojcieh Szczesny. Namun adu mulut antara DI Francesco dan Douglas Costa semakin panas, sampai mantan pemain Bayern Muenchen tersebut mencoba menanduknya.

Masih belum berakhir, Costa yang sudah menerima kartu kuning tertangkap kamera meludahi wajah Francesco. Wasit yang menyaksikan itu lewat rekaman ulang VAR gak ragu memberikan kartu kuning kedua dan akhirnya Costa keluar lapangan.

Rasain! Pemain gak punya etika!

Setelah laga berakhir, Costa mengatakan pendapatkan yang membuat orang-orang beranggapan jika dia diserang secara verbal. Demi membela diri, Francesco mengatakan balasannya lewat sosial media.

Ternyata eh ternyata, hal tersebut mengundang perilaku kurang terpuji oelh segelintir pihak. Sang ayah, Eusebio mengkui jika keluarganya mendapat ancaman pembunuhan.

“Anak saya kan sudah diludahi, secara langsung dia dipermalukan, donk. Ia menjawab seperti pria dan gak mencari alasan. Kemudian ada orang gak dikenal mengancam saya beserta keluarga dengan pembunuhan. Yang benar saja, bung!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *