Benua biru alias benua eropa akan memiliki wajah baru di jagat sepakbola. Setelah sebelumnya klub-klub Eropa selalu digdaya di kancah dunia dengan menjadi juara dunia antar klub maka kali ini mereka kembali mencoba meningkatkan kualitas tim nasionalnya dengan mengadakan suatu format kompetisi bola layaknya klub sepakbola yang biasanya sudah sering kita saksikan. Mungkin dari sebagian besar kita juga masih banyak yang belum mengetahui apakah itu UEFA Nations League. Dilihat dari namanya maka sudah pasti itu akan berhubungan dengan benua biru alias benua eropa dan yang unik kali ini para tim nasional yang akan menjadi para peserta kompetisi ini. Kita sebut saja UEFA Nations League dengan Liga Negara Eropa agar lebih mudah dalam pengucapannya ya. Salah satu tujuan digelarnya Liga Negara Eropa adalah untuk menggantikan sebagian uji coba internasional agar para negara yang berada di benua Eropa bisa melakoni banyak laga kompetitif sebagai persiapan menuju Piala Eropa maupun Piala Dunia. Edisi perdanya telah berjalan sejak awal bulan September ini dimana akan berakhir pada bulan Juni 2019. Secara garis Besar ada 4 divisi dalam Liga ini dan diterapkan pula sistem promosi dan degradasi dan juga akan bersinggungan dengan kualifikasi Piala Eropa. Liga Negara Eropa terbagi atas 4 Liga yaitu Liga A yang berisi tim unggulan dari Eropa lalu Liga B yang tim-timnya diisi oleh negara yang levelnya berada di bawah Liga A lalu Liga C dan Liga D pun begitu seterusnya yang berarti Liga D merupakan liga yang berisi tim-tim terlemah di benua biru. Di Liga A dan Liga B terbagi lagi dalam 4 grup dimana setiap grup berisi 3 tim nasional. Lalu di Liga C dan Liga D berisi 4 grup pula namun di Liga C setiap grup ada yang berisi 3 dan 4 tim nasional sedangkan di Liga D semua grup berisi 4 tim nasional. Fase grup dimainkan dengan format kandang dan tandang. Setelah fase grup selesai maka khusus untuk grup A akan digelar fase gugur Final Four yang diambil dari setiap juara di masing-masing grup. Dan untuk Liga B, C dan D yang tidak masuk ke Final Four maka nasib mereka ditentukan oleh sistem promosi dan degradasi. Urutan buncit di grup Liga A, B dan C akan terdegradasi ke Liga di bawahnya sedangkan juara grup akan berkesempatan untuk promosi ke Liga di atasnya dari Liga B, C dan D. Dan itu adalah secuil penjelasan mengenai UEFA Nations League yang baru menjalani musim perdananya di musim 2018/2019. UEFA Nations League sebenarnya juga masih akan bersinggungan dengan Kualifikasi Piala Eropa namun hal itu akan kita bahas kembali di lain kesempatan. Apakah kompetisi ini akan berjalan seru? Mari kita tunggu saja.

Benua biru alias benua eropa akan memiliki wajah baru di jagat sepakbola. Setelah sebelumnya klub-klub Eropa selalu digdaya di kancah dunia dengan menjadi juara dunia antar klub maka kali ini mereka kembali mencoba meningkatkan kualitas tim nasionalnya dengan mengadakan suatu format kompetisi bola layaknya klub sepakbola yang biasanya sudah sering kita saksikan. Mungkin dari sebagian besar kita juga masih banyak yang belum mengetahui apakah itu UEFA Nations League. Dilihat dari namanya maka sudah pasti itu akan berhubungan dengan benua biru alias benua eropa dan yang unik kali ini para tim nasional yang akan menjadi para peserta kompetisi ini. Kita sebut saja UEFA Nations League dengan Liga Negara Eropa agar lebih mudah dalam pengucapannya ya. Salah satu tujuan digelarnya Liga Negara Eropa adalah untuk menggantikan sebagian uji coba internasional agar para negara yang berada di benua Eropa bisa melakoni banyak laga kompetitif sebagai persiapan menuju Piala Eropa maupun Piala Dunia. Edisi perdanya telah berjalan sejak awal bulan September ini dimana akan berakhir pada bulan Juni 2019. Secara garis Besar ada 4 divisi dalam Liga ini dan diterapkan pula sistem promosi dan degradasi dan juga akan bersinggungan dengan kualifikasi Piala Eropa. Liga Negara Eropa terbagi atas 4 Liga yaitu Liga A yang berisi tim unggulan dari Eropa lalu Liga B yang tim-timnya diisi oleh negara yang levelnya berada di bawah Liga A lalu Liga C dan Liga D pun begitu seterusnya yang berarti Liga D merupakan liga yang berisi tim-tim terlemah di benua biru. Di Liga A dan Liga B terbagi lagi dalam 4 grup dimana setiap grup berisi 3 tim nasional. Lalu di Liga C dan Liga D berisi 4 grup pula namun di Liga C setiap grup ada yang berisi 3 dan 4 tim nasional sedangkan di Liga D semua grup berisi 4 tim nasional. Fase grup dimainkan dengan format kandang dan tandang. Setelah fase grup selesai maka khusus untuk grup A akan digelar fase gugur Final Four yang diambil dari setiap juara di masing-masing grup. Dan untuk Liga B, C dan D yang tidak masuk ke Final Four maka nasib mereka ditentukan oleh sistem promosi dan degradasi. Urutan buncit di grup Liga A, B dan C akan terdegradasi ke Liga di bawahnya sedangkan juara grup akan berkesempatan untuk promosi ke Liga di atasnya dari Liga B, C dan D. Dan itu adalah secuil penjelasan mengenai UEFA Nations League yang baru menjalani musim perdananya di musim 2018/2019. UEFA Nations League sebenarnya juga masih akan bersinggungan dengan Kualifikasi Piala Eropa namun hal itu akan kita bahas kembali di lain kesempatan. Apakah kompetisi ini akan berjalan seru? Mari kita tunggu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *