Radja Nainggolan Menyesal Bermain di Inter Milan

Belakang ini, Radja Nainggolan mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Sang pemain mengaku menyesal ketika hengkang dari AS Roma dan bergabung di Inter Milan.

Seperti diketahui Radja Nainggolan meninggalkan AS Roma pada tahun 2018. Dirinya bergabung dengan Inter Milan setelah menjalani negosiasi yang cukup alot. Namun ternyata, keputusan tersebut mengakhiri pengabdiannya selama lima tahun di Stadion Olimpico.

Penampilannya bersama Inter Milan malah semakin menurun secara signifikan. Dirinya tampil sebanyak 38 pertandingan dengan mencetak 7 gol dan 3 assist. Selama di Giuseppe Meazza, dirinya malah kerap mengalami cedera. Bahkan kerap ditegur karena indisplinernya yang dinilai menganggu pemain lainnya.

Kemudian kebersamaannya dengan Inter Milan tidak berjalan lama. Hal ini dikarenakan pada musim 2019/2020 sang pemain sudah bermain di Cagliari. Dirinya dilepas dengan status pinjaman selama semusim.

Setelah itu, Radja Nainggolan mengakui penyesalannya ketika meninggalkan AS Roma. Dirinya mengatakan bahwa transfer tersebut bukanlah keinginan dari dirinya sendiri. Namun keinginan petinggi Roma yang kini telah meninggalkan Olimpico.

“Saya memiliki banyak penyesalan karena saya dipisahkan dari AS Roma. Itu sangat menyakitkan bagi saya. Namun saya yakin bahwa saya juga salah. Namun lebih dari itu, transfer tersebut merupakan keputusan yang dibuat oleh seorang yang sudah tidak ada lagi di sana,” kata Radja Nainggolan yang dikutip dari Football Italia.

“Seharusnya saya bertahan bersama mereka. Itu merupakan saat-saat anda dipilihkan dengan pilihan yang cukup sulit. Pada akhirnya itu menjadi sebuah penyesalan besar dan tidak mengubah apapun.”

Sementara itu, pemain asal Belgia berdarah Indonesia tersebut bakal bergabung dengan Cagliari. Kota tersebut menjadi kenangan lama bagi dirinya. Bahkan klub tersebut yang membawa namanya melambung di Eropa.

Kemudian pada tahun 2014, sang pemain diboyong oleh AS Roma. Penampilannya baik bersama Cagliari dan AS Roma tidak jauh berbeda. Bahkan tidak sedikit menyebutnya sebagai gelandang terbaik di Italia ketika itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *