Terkena Kasus FFP, Manchester City Bersiap Ditendang Dari Liga Champions

Juara bertahan Premier League, Manchester City belakangan ini dikabarkan tengah mengalami masalah yang sangat serius. Raksasa Liga Inggris tersebut terancam akan mendapat hukuman yang berupa larangan untuk bermain di Liga Champions. Hal ini dikarenakan mereka terkena kasus Financial Fair Play (FFP).

Seperti diketahui, kini pihak UEFA dan Premier League terus melakukan penyelidikan terkait dengan adanya dugaan manipulasi FPP. Penyelidikan tersebut dilakukan usai Der Spiegel (media asal Jerman) memberi bocoran email dari sponsor klub berjuluk The Citizen tersebut, yaitu Etihad Airways.

Berdasar informasi dari Express, laporan tersebut menyebutkan apabila pendapatan dari pihak sponsor hanya 59,5 juta poundsterling. Namun ternyata pendapatan sebesar tersebut bukan murni dari sponsor, melainkan ada tambahan dari pemilik Abu Dhabi United Group dan juga pemilik Manchester City, yakni Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan.

Kemudian tindakan manipulasi ini juga masuk dalam pelanggaran dari aturan FPP. Bahkan apabila Manchester City terbukti melakukan pelanggaran tersebut, maka klub yang ditangi oleh Josep Guardiola tersebut akan berhadapan dengan masalah yang sangat serius, yaitu dilarang untuk bermain di Liga Champions.

“Apabila kabar ini benar denga penrnyataan, akan menjadi masalah yang sangat serius. Bahkan ini bisa mengarah pada hukuman terberat, yaitu dikeluarkan dari kompetisi UEFA,” kata Yves Leterme selaku Kepala Investigasi Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA yang dikutip dari Express.

“Jika informasi tersebut benar, maka ini mungkin bertentangan dengan pelaporan yang jujur. Anda semua haru tahu bahwa aturan Financial Fair Play didasarkan atas sistem deklarasi. Tiga bulan usai menutup akun mereka, mereka harus menyetor angkanya. Kemudian kita akan melakukan pengecekan acak dalam pembenaran angka-angka yang dilaporkan tersebut. Rekening tersebut akan diperiksa dan akan disetujui secara internal serta eksternal,” imbuh Yves Leterme.

“Kini kami tengah menilai status yang ada saat ini. Kami mempunyai badan independen untuk bisa mengatasinya. Kemudian, sebentar lagi kami akan mendapat jawaban tentang apa yang akan terjadi pada kasus ini,” jelasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *