Waduh! Formasi Coba-Coba Eusebio Di Francesco Buat AS Roma Kalah Dari Milan

Bola24 – AS Roma harus kalah dengan skor tipis 1-2 saat menghadapi AC Milan dalam laga lanjutan Liga Italia musim 2018/2019. Eusebio Di Francesco sendiri mengakui jika telah membuat kesalahan dengan formasi coba-coba.

Roma menyerah 1-2 ketika bertamu ke kandang Milan, San Sior, hari Sabtu (1/9) dinihari WIB. Sempat berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 lewat gol dari Federico Fazio, Giallorossi harus kalah setelah gawangnya dijebol di menit akhir pertandingan oleh Patrick Cutrone.

Eusebio Di Francesco
Eusebio Di Francesco sendiri mengakui jika telah membuat kesalahan dengan formasi coba-coba.

Di Francesco sendiri juga  mengambil tanggung jawab dari hasil kekalahan timnya tersebut, sebab ia melakukan coba-coba formasi dengan memainkan pola tiga bek. Selain hal tersebut, ia juga menduetkan Dzeko dengan Patrik Schick guna memperoleh keunggulan fisik di lini penyerangan, sementara Javier Pastore berada pada posisi penyerang lubang.

Dengan pola tersebut, Roma terlihat mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainannya pada bebk pertama. Di Francesco yang juga pada akhirnya menarik salah satu bek tengah untuk keluar lapangan, yaitu Ivan Marcano, buat digantikan oleh Stephan El Shaarawy.

Baru usai hal tersebut permainan AS Roma bisa meningkat. Tetapi kesalahan fatal yang dilakukan oleh N’Zonzi membuat hasil seri atau tambahan satu poin yang mereka aka raih hilang begitu saja, karena umpan cerobohnya yang bisa dipotong oleh Milan dan berakhir dengan gol kemenangan.

“Tentu saja saat pilihanpilihan dibuat, mereka dibuat utuk memberikan nuansa kepercayaan diri di dalam pertahanan yang kami tidak miliki pada seblumnya. Amun hal tersebut tidak sukses. Saya selalu memperoleh kesan kami memulai dengan lambat, kemudian berkembang, dan hal tersebut adalah sesuatu yang kami mesti renungkan guna memastikannya tidak terjadi kembali,” jelas Di Francesco.

“Saya memilih skema tiga bek guna memastikan kami tidak terdesak sama seperti sebelumnya, namun hal tersebut tidak sukses dan kami menerima hasilnya. Yang dapat kami ketahui ialah kami tidak kembali solid di (lini) belakang, bahkan dengan pemain yang sama dengan musim kemarin.”

“Kami kebobolan terlalu banyak gol, membuat terlalu banyak pilihan buruk di lapangan, dan hal tersebut sesuatu yang mesti kami pebaiki dalam latihan. Saya berusaha membuat pertahanan lebih solid, namun kami terus kurang akurat mengenai waktu, kapan mesti agresif dan juga kapan mesti menahan diri,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *